WeekEnd @ Taipei : Spring Trip ke Wulai

Seperti yang sudah aku tulis disini, aku akan menceritakan spring trip ke Wulai. Seneng juga ke Wulai, soalnya gratis sih. Pihak kampus NTUST yang memfasilitasinya untuk international Student. Mulai dari transportasi, service lunch dan tiket masuk ke tempat wisata. So, sudah bisa di tebak, pasti banyak yang ikut.

Seperti yang terlihat pada gambar diatas, Wulai adalah wisata pegunungan. Pemandangan nya cukup indah, ada air terjunnya. Kalo dibandingkan dengan di Indonesia sih masih kalah bagus ya :) . Tetapi cerita di baliknya yang membuat tempat wisata ini menarik disamping fasilitasnya yang memang bagus. Dari segi Fasilitas, untuk naik ke puncak tempat wisata tidak perlu jalan kaki, karena memang nggak bisa diakses dengan jalan kaki. Tempat wisata nya dipisahkan sungai dengan tebing yang curam. Disini lah pihak pengelola menyediakan fasilitas alat transport yang namanya Gondola. Kita tinggal naik gondola ini untuk keatas. Seperti apa Gondola itu? Nih ada photonya.

Setelah sampai di puncak, Mmm … bagus banget pemandangannya. Banyak spot-spot menarik untuk berfoto. Ini beberapa photonya.


Dari segi cerita or sejarah, di Wulai ini terdapat kebudayaan suku aborigin atau suku asli orang Taiwan. Semula penasaran juga seperti apa kebudayaannya. Apa seperti di Film-film China itu ya? Ternyata dugaan saya meleset. Kebudayaan mereka kok nggak asing? Akhirnya ingat juga, kebudayaan mereka mirip dengan kebudayaan suku dayak di Kalimantan. Mulai kebudayaan Musim tanam, Panen, mencari jodoh, Syarat Mendapatkan Tato untuk yang cowok, Tari-tariannya, bahkan sampai model-model Bajunya sama. Jangan-jangan nenek moyang suku Dayak di Kalimantan tuh berasal dari sini. Kan ciri-ciri fisik orang kalimantan mirip juga dengan orang Taiwan. Disini kebudayaan asli mereka terjaga dengan baik. Ada Musium yang memeliharanya. Bahkan ada pertunjukkan operanya.

Satu Tanggapan ke “WeekEnd @ Taipei : Spring Trip ke Wulai”

  1. J.D Berkata:

    Saya pengen nanya mas? apa nama tempat/ kota di mana mas memotret tentang penduduk asli taiwan itu? Dulu kakak sepupu saya pernah bekerja di taiwan dan suatu hari dia jalan-jalan di pasar. di pasar itu dia banyak mendengarkan percakapan orang-orang yang memakai bahasa kami, bahasa Dayak banyadu kalbar. kini kakak saya tersebut berada di hongkong ikut suaminya. saya sampai saat ini belum menanyakan pada beliau tentang itu semua. karena jika memang benar mungkin kami bermaksud melaporkanya pada Institut dayakology pontianak agar dilakukan penelitian mengenai keberadaan orang Dayak disana.

Tinggalkan Balasan