Pagi baca Berita di Jawapos.com, Burj Dubai resmi menjadi gedung tertinggi di dunia. Paris dengan menara Eiffel nya, Malaysia dengan gedung petronas nya, Taipei dengan gedung Taipei 101 dan sekarang dubai dengan Burj nya. Mengapa sih negara-negara ini berlomba membangun gedung-gedung tinggi. Mungkin itu menunjukkan kemajuan negaranya di bidang ekonomi. Diantara gedung-gedung itu yang sudah aku lihat adalah Taipei 101. Jaraknya dekat dengan NTUST. Ketika awal datang di Taipei, langsung ke gedung itu diajak teman-teman lihat festival lampion di Sun Yat Tsen Musium yang lokasinya dekat dengan gedung Taipei 101. Pertama kali lihat, takjub juga, tinggi banget. Aku lihat di literaturnya tingginya 508 meter. Lalu bagaimana dengan burj Dubai itu. Menurut jawapos tinggi gedung itu bakal mencapai 1.200 meter, 2 kali lipat dari Taipei 101. Kalo secara grafik bisa dibandingkan seperti gambar dibawah.
Negara-negara Timur Tengah, yang tengah banjir rezeki karena kenaikan harga minyak, memang tengah tergila-gila pada bangunan megah. Menurut Middle East Economic Digest yang berbasis di London, Arab Saudi juga tengah merencanakan membuat gedung setinggi 1.600 meter di Jeddah, kota di tepi Laut Merah.
Eh … Indonesia juga akan berencana membangun gedung tinggi lho. Kapan nih?











September 4, 2008 pukul 4:40 pm |
udah, indonesia ga usah ikuta-ikutan.,.,., mending uang yang ada dipake(diinvestasi) buat bangun infra yang bagus, yang rata biar semua bisa rasa kekayaan negri. klo seandainya indo mau ikut gituan paling kita juga cuma ikut seneng tok. ga ikut rasa. soalnya, belum tentu bisa kita ngerasain apa bagusnya, gimana rasanya gedung2 itu nanti. petronas aja ga ngeboleh naik ke atas. mentok naik ke sky bridge yang dikasih waktu 10 menit..,.,., lha terus????? buat sapa bangunan itu dibangun.,.,
Januari 27, 2009 pukul 3:37 am |
Indonesia ndak usah ikut-ikutan..paling-paling kalo mau ikutan banyak uang yang tidak untuk dibangun tapi habis dibagi-bagikan buat hal-hal yang tidak perlu…misal perijinan, kelancaran dll. lebih baik buat membangun daerah pelosok aja..biar semua fasilitas pembangunan merata…betul to…
Februari 1, 2009 pukul 2:37 am |
ketika petronas menjadi gedung tertinggi, saya tidak berhasil mendapat peluang untuk melihatnya, tapi ketika taipei 101 menjadi gedung tertinggi saya berhasil menghabiskan waktu 2 tahun bekerja di sana, dan sekarang saya bekerja di dubai sambil setiap hari menyaksikan gedung tertinggi di dunia menuju tahap penyelesaian. sebuah kebetulan?
saya hanya bisa berdecak kagum dan salut terhadap negara2 ini sambil menahan perasaan iri karena indonesia hanya terkenal oleh tingkat korupsi nya yang tinggi…..
Februari 2, 2009 pukul 6:49 am |
The Jakarta Tower (Menara Jakarta) rencananya mau dibangun. Kalo jadi bakal menjadi struktur beton tertinggi di dunia(World Tallest Concrete Building) sekali lagi kalo jadi,,, di banyak literatur disebutkan Menara Kesenjangan Sosial… ya temen2 pasti tau lah apa sebabnya dinamakan demikian. secara penduduk disekitarnya masih tidur di kolong jembatan dan di bantaran sungai kan. tanda2 kiamat nih,,, manusia berlomba2 membangun gedung2 tinggi,,,
Maret 8, 2009 pukul 12:53 pm |
Mencakar Langit Dubai
Meski belum selesai, Burj Dubai telah mengalahkan semua bangunan atau struktur tertinggi di dunia.
DUBAI – Rekor selama 45 tahun itu akhirnya tumbang. Tiang KVLY-TV di North Dakota, Amerika Serikat, tak lagi menyandang gelar struktur buatan manusia tertinggi di dunia. Rekor itu direbut oleh Burj Dubai, gedung pencakar langit yang sedang dibangun di pusat Kota Dubai di Uni Emirat Arab.
Burj Dubai, berarti Menara Dubai dalam bahasa Arab, kini mencapai tinggi 629 meter, melampaui tiang pemancar televisi KVLY-TV setinggi 628,8 meter. Dua rekor sekaligus dipegang menara ini, yaitu sebagai gedung tertinggi dunia dan struktur tegak tertinggi. Dengan 160 lantai yang sudah selesai pada saat ini, Burj Dubai lebih tinggi daripada Taipei 101 (508 meter) di Taiwan dan CN Tower (553,33 meter) di Toronto, Kanada.
Sesungguhnya, menara berwarna krom ini telah memenuhi keempat kriteria yang ditetapkan oleh Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Urban (CTBUH), yang mengklasifikasikan struktur tertinggi di dunia. CTBUH mengukur ketinggian bangunan sampai puncak strukturalnya, lantai tertinggi yang bisa ditinggali, puncak atap dan ujung puncak menara, pinnacle, antena, tiang, atau tiang bendera.
Sayangnya, menara ini masih jauh dari selesai sehingga rekor itu belum resmi dipegang. Direktur eksekutif CTBUH, Antony Wood, mengakui secara struktural Burj Dubai telah melampaui bangunan tertinggi lainnya. “Namun, untuk memperoleh pengakuan sebagai menara tertinggi di dunia, Burj Dubai harus bisa dihuni terlebih dulu,” katanya.
Ketinggian menara ini memang masih akan bertambah. Perusahaan real estate raksasa, Emaar Properties PJSC, masih tutup mulut soal tinggi bangunan ini. Namun, disebut-sebut menara yang akan kelar pembangunannya pada 2009 mendatang ini mencapai tinggi 818 meter. Jika angka yang dikeluarkan oleh kontraktor itu benar, berarti menara ini akan memiliki 162 lantai yang bisa ditinggali. Tapi manajer konstruksi Burj Dubai, Greg Sang, menyatakan tingginya tak lebih tinggi dari 700 meter.
Eemar memang sengaja merahasiakan tinggi menara ini untuk menghindari persaingan dari bangunan lain yang sedang dibangun atau dalam tahap rencana. Pemimpin Emaar Properties, Mohammed Ali Alabbar, hanya mengatakan menara itu hampir mendekati puncaknya.
Dengan lebih dari 160 lantai, lantai hunian terbanyak di antara bangunan mana pun di dunia, kata Alabbar, Burj Dubai telah mendorong batas-batas dalam arsitektur, konstruksi dan keunggulan rekayasa. “Burj Dubai telah mencapai tonggak sejarah baru dalam perkembangannya, menempatkan Kota Dubai dan Burj Dubai kembali dalam sorotan dunia,” ujarnya.
Terlewatinya tinggi tiang pemancar KVLY-TV memperlihatkan prestasi dalam memelopori lingkungan urban yang menentang konvensi. “Dengan lebih dari 5.000 profesional dan pekerja terlatih dari seluruh penjuru dunia berkumpul di tempat itu, prestasi lain Burj Dubai adalah perayaan kerja sama tim.”
Ketika rampung nanti, Burj Dubai akan menggunakan beton 330 ribu meter kubik, 39 ribu metrik ton besi tulangan, dan 142 ribu meter persegi kaca dan 22 juta jam kerja. Menara itu akan memiliki 56 elevator dengan kecepatan 1,75 sampai 10 meter per detik dan elevator observatorium double decker yang mampu mengangkut 42 orang sekali jalan.
Untuk merealisasikan menara yang akan menjadi pusat proyek Downtown Burj Dubai, Emaar mengalokasikan dana US$ 20 miliar atau Rp 183,7 triliun. Selain menjadi tempat tinggal, di menara ini juga terdapat pusat komersial dan retail serta Hotel Armani dan residence yang pertama di dunia.
Desain Burj Dubai juga unik, diambil dari sistem pola arsitektur Islam. Bentuk tiga cuping yang menjadi bentuk menara itu juga diambil dari versi abstrak bunga gurun Hymenocallis, tanaman asli wilayah itu.
Tak hanya mewah, Burj Dubai juga mengutamakan keselamatan. Menara itu dirancang mampu mengatasi efek angin dan gerakan seismik. Beton berkekuatan tinggi menyusun struktur menara, yang disokong oleh lapisan dan tumpukan beton yang diperkuat.
Menara itu tersusun dari tiga elemen yang diatur mengelilingi inti pusat. Ketika menara itu makin tinggi, setiap elemen mengecil dalam pola spiral yang berputar ke atas sehingga penampang melintang menara semakin sempit di bagian puncaknya. Di bagian teratas, inti pusat muncul kembali dan dipahat membentuk ujung menara.
Jika dilihat dari atas atau dari bawah, bentuk itu juga menyerupai bentuk kubah arsitektur Islam. Selama proses desain, para insinyur harus memutar gedung itu 120 derajat dari layout aslinya untuk mengurangi tekanan kuat dari angin teluk.
Maret 8, 2009 pukul 1:06 pm |
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://300bucks.ca/userMedia/Image/gfx-news/Burj-Dubai-Tower.jpg&imgrefurl=http://300bucks.ca/news/Dec-10-2004-13.html&h=320&w=185&sz=3&tbnid=_Hub-awrPFv28M::&tbnh=118&tbnw=68&prev=/images%3Fq%3Dbarj%2Bdubai&hl=id&usg=__JHMjTR-bRHsJbdLKpbUTZT3mAxg=&ei=hcKzScSKJ8-_kAX9_Z29BA&sa=X&oi=image_result&resnum=4&ct=image&cd=1
Burj Dubai, yang dikembangkan oleh Emaar Properties, sekarang lebih tinggi dibandingkan Taipei 101 di Taiwan, yang di 508 meter yang telah tallest bangunan di dunia sejak dibuka pada tahun 2004. Burj Dubai kini telah mencapai tingkat 141 – lebih dari lantai gedung lain di dunia.
Pada jadwal penyelesaian pada 2008, Burj Dubai akan menjadi struktur tallest di dunia di keempat kriteria tercantum oleh Dewan pada Tall Buildings dan Habitat Urban. Sidang tindakan struktural tinggi ke atas, yang menempati lantai tertinggi, ke bagian atas atap, dan ke ujung puncak, puncak, antena, tiang atau tiang bendera.
Selama konstruksi, Burj Dubai telah tertinggal yang ditetapkan sebelumnya skyscrapers yang menjulang tinggi arsitektur di seluruh dunia seperti Petronas Towers di Malaysia (452 meter); Sears Tower di Chicago (442 meter); Jin Mao Building di Shanghai (421 meter) dan di Empire State Building di New York (381 meter).
Perusahaan belum mengungkapkan akhir ketinggian dan jumlah lantai. Ketika selesai, Burj Dubai akan memiliki dikonsumsi 330.000 meter kubik beton, 39.000 metrik ton baja rebar, 142.000 meter persegi dari kaca dan 22 juta manusia jam. Menara akan ada di 56 Elevators perjalanan 1,75 sampai 10 meter per detik dan double-bis Elevators pengamatan yang dapat membawa 42 orang sekaligus.
Lebih dari 313.700 meter kubik beton kuatkan dan 62.200 ton baja memperkuat telah digunakan di menara dari konstruksi sampai saat ini. Burj Dubai telah menetapkan rekor dunia untuk memompa beton vertikal untuk bangunan oleh memompa ke lebih dari 460 meter. Sebelumnya catatan 448 meter dilaksanakan oleh Taipei 101.
Burj Dubai telah dirancang untuk mengatur efek dari angin dan gerakan seismik. Tinggi membuat kekuatan beton yang menjulang dari atas, yang didukung oleh kuatkan beton tikar dan tumpukan. 80.000 kaki persegi di yayasan slab dan 50 meter deep embarau adalah waterproofed.
Burj Dubai menjadi tallest bangunan di dunia hanya dalam 1276 hari; korok pekerjaan dimulai pada Januari 2004.
Lebih dari 5.000 konsultan dan pekerja terampil bekerja penukaran, dan tercepat di dunia tinggi kapasitas konstruksi hoists, dengan kecepatan hingga dua meter per detik, memindahkan manusia dan bahan-bahan.
Karya
“Burj Dubai tidak hanya sebuah karya arsitektur dan rekayasa dalam beton, baja dan kaca. Ini merupakan prestasi manusia tanpa sama. Burj Dubai akan generasi inspirasi untuk berpikir luar biasa dan untuk menantang pikiran dan jiwa mereka, “kata Mohammad Ali Al Abbar, ketua Emaar Properties.
Emaar telah berpartner dengan terbaik di kelas seperti konsultan konstruksi utama Korea Selatan Samsung Corporation dan New York berbasis Turner Project Manager Konstruksi untuk mewujudkan desain arsitek Adrian Smith dan Skidmore, Owings & Merrill Chicago.
Mei 18, 2009 pukul 4:47 am |
kenapa membuat gedung yang tinggi sekali padahal mungkin banyak lantai yang tidak digunakan, dengan kata lain tidak sesuai fungsinya. hanya untuk kepentingan image saja.